SHARE
dampak_negatif_tablet_pada_anak_balitaMedia informasi di era teknologi saat ini banyak memberikan dampak yang beragam, mulai mencari peruntungan bisnis lewat teknologi, berinteraksi dengan mudah, serta kita dapat mengetahui berbagai kejadian di belahan negara lain.

Teknologi modern seperti televisi dan komputer, memang telah memberikan keuntungan terutama  dalam dunia pendidikan. Keduanya akan memberikan akses yang lebih besar kepada informasi, dan presentasi yang Tetapi setelah kemunculan gadget, terutama smartphone semuanya berubah. Televisi dan komputer kini mulai ditinggalkan, dan banyak anak-anak yang memulai belajar dan mencari informasi dari smartphone yang selalu digenggamnya.

Namun tentunya, setiap teknologi selain memberikan manfaat, juga memberikan dampak yang buruk, jika tidak diikuti dengan pengawasan dari orangtua. Apalagi anak-anak dapat dengan mudah terhubung ke internet, yang bisa mencari informasi apapun juga tanpa batas.

Gadget terutama smartphone juga menyajikan berbagai macam masalah, yang dapat mengganggu kemampuan dan kesehatan anak-anak secara keseluruhan.
Berikut sejumlah dampak negatif bagi anak yang perlu ibu dan calon ibu ketahui?

1. Menghabiskan waktu  dilayar yang panjang dapat menyebabkan Emotional Quotient (EQ) Rendah pada anak
Hal ini sangat berbahaya, terutama selama tiga tahun pertama dalam kehidupan seorang anak. Asosiasi dokter anak di Amerika tidak merekomendasikan kepada anak sebelum usia dua tahun, untuk menggenggam smartphone, termasuk menonton televisi secara teratur.

Anak akan mengalami kesulitan berkomunikasi dalam kehidupan nyata, jika mereka sering menatap layar. Mereka akan lebih fokus kepada layar terutama smartphone, daripada memperhatikan satu sama lain. Hasilnya anak menjadi apatis, sulit berkomunikasi dan hanya sibuk dengan gadgetnya.

gadget-anak

Anak akan fokus dengan apa yang ia lihat

2.Anak akan Kesulitan berbicara

Anak-anak di bawah umur 2 tahun, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tidak
mempu memahami apa yang ada di layar. AAP mengatakan bahwa, balita di bawah usia dua tidak memiliki kemampuan kognitif untuk memahami apa yang tertera di dalam layar. Sehingga mereka akan mengalami kesulitan untuk berbicara, terutama antara orang tua dan anak.

Survei yang dilakukan oleh Common Sense Media mengungkapkan bahwa, 38 persen dari anak-anak di bawah 2 tahun telah menggunakan gadget seperti smartphone atau tablet, bahkan sebelum mereka bisa berbicara atau berjalan.

Ini yang salah ya Mommy, anak lagi susah makan di beri gadget untuk membujuk supaya bisa makan. Yang makin miris, saat anak menangis siorangtua langsung memberikan games di gagetnya utnuk menenangkan sianak. Jadilah anak yang selalu bergantung gadget, karna orangtua selalu mengiming-imingkan gadget sebagai solusi dari sebuah masalah.

bayi-5502acf60392f38% dari anak-anak di bawah 2 tahun di berikan smartphone oleh orangtua

3.Anak menjadi kurang aktif dalam bermain
Saat ini anak-anak di bawah usia 12 menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar, daripada bermain di luar. John Ratey, seorang dokter di Harvard, menjelaskan dalam bukunya, bahwa keuntungan dari bermain di luar membuat anak menjadi sehat secara fisik dan nyaman secara sosial. Bahkan 10 menit aktivitas fisik, dapat mengubah cara dan fungsi otak.

Jangan melulu melihat anak stress saat menggunakan gagdet, orang dewasa saja merasakan itu. Kerentanan stress ini ditimbulkan karna rasa bosan, misal anak kesal saat bermain games di gadgetnya yang tak pernah menang.komunikasi yang tidak terjalin memicu anak murung dan kesal yang tidak terungkap.
o-kid-gardening-facebook

Keuntungan dari bermain di luar membuat anak menjadi sehat secara fisik dan nyaman secara sosial

4. Kesehatan Anak berkurang
Penggunaan terus-menerus dari gadget berteknologi tinggi, dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi anak dan orangtua. Layar back-lit yang digunakan untuk komputer dan smartphone juga dapat menyebabkan masalah mata. Apalagi saat berjalan sambil mendengarkan musik yang menggelegar langsung ke telinga, menyebabkan sakit kepala dan kesulitan pendengaran. Bahkan sosial media bisa membuat anak-anak mudah stres.
bermain-gadget

Anak menjadi mudah stress

5. Anak-anak menderita penyakit mental
Proyek PEACH, yang dilakukan kepada lebih dari 1.000 anak-anak antara usia 10 dan 11 tahun, menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih dari dua jam di depan layar smartphone akan menderita kesulitan psikologis. Ini termasuk depresi, kecemasan, kurangnya perhatian dan perilaku anak sering bermasalah.
Anak-anak harus berinteraksi dengan orangtua atau pengasuh dari sebagian besar waktu mereka. Anak-anak dirancang untuk belajar berinteraksi dengan manusia lainnya, daripada belajar dari layar. Ketika anak Anda menatap layar, keterampilan verbal mereka, pengembangan emosional, dan perhatian dapat berkurang secara tajam. Oleh karena itu, metode tradisional dalam belajar harus selalu dilaksanakan.
biarkan-anak-anak-bermain-sesuai-dengan-usianya-bersama-dengan-teman-teman-mereka

Bermain di lingkungan luar memacu anak untuk belajar beradaptasi

***
Udah tahukan bahayanya Mommy, masih mau memberikan smartphone pada usia yang belum waktunya. Pikirkan kembali ya, Silahkan SHARE jika bermanfaat…

Sumber : dikutip dari  viva.co.id dan dikembangkan

LEAVE A REPLY