SHARE
Bahagia Menjadi Wanita

“Sesungguhnya dunia adalah perhiasaan dan sebaik-baik perhiasaan dunia adalah wanita saleha.”

(HR.Muslim)
Engkau, Muslimah.

Lihat betapa indah dirimu.

Bila dia seorang anak, Ia membuka pintu surga bagi ayahnya. Bila dia seorang  istri, Ia melengkapi separuh dien bagi suaminya. Bila dia seorang ibu, surga ada di bawah telapak kakinya.

“Jika semua orang mengetahui status sebenarnya dari perempuan muslim, bahkan para pria ingin menjadi wanita.” (Syaikh Akram Nadawi)

Banyak dari wanita tidak bersyukur ketika Allah menciptkannya dengan segala kesempurnaan, lahirlah kita menjadi sesosok muslimah yang pengeluh. Selalu banyak hal yang dirisaukan, seperti mengapa aku tak cantik, mengapa badanku kurus, atau mengapa setiap aku makan semakin besar saja bobotku. Padahal cantiknya wanita tak selamanya diukur dengan wajah yang cantik, kulit yang putih bersih, badan ramping dengan proporsi tinggi badan yang ideal, dengan mata nambak bulat seperti boneka. Kecantikan selalu saja di identikkan dengan bentuk fisik yang sempurna.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.(QS. 2:152)

Bersyukurlah dengan segala kenikmatan yang Allah berikan kepada kita, Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS.31:12)

Semoga kita senantiasa menjadi wanita yang selalu bersyukur, atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita. Wanita adalah makhluk yang sangat menyukai keindahan, maka tidak dapat dipungkiri wanita ingin selalu tampil menarik, dengan tampilan make up, ditambah dengan dress code yang menawan. Tidak ada yang salah dengan itu semua, asalkan kita dapat mengkondisikan hal tersebut dalam batas kewajaran.

Mari kita lihat dialog panjang antara ummu salamah dan Rasulullah saw, dialog ini bermula dari Surat  Ad-Dukhan ayat 54, “ Dan kami jodohkan mereka dengan bidadari bermata jeli.”

“Ya Rasul, “kata Ummu Salamah ra kepada Nabi Muhammad saw, “jelaskan padaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli…” 
“Bidadari itu berkulit bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar, “terang Nabi.

“Jelaskan  padaku, ya Rasul, tentang firman-Nya, ‘laksana mutira yang tersimpan dengan baik… (QS. Al-Waqi’ah: 23)” lanjut Ummu Salamah. 

“Kebeningan nya seperti kebeningan mutiara didalam lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia… “jawab Nabi.

Ummu Salamah melanjutkan pertanyaannya, “Ya Rasul, jelaskan padaku tentang firman Allah, ‘Di dalam surga itu ada bidadari yang baik dan cantik-cantik… (QS. Ar-Rahman: 70)”

Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita.”
Jelaskan padaku firman Allah, “Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik… (QS. Ash-Shaffat: 49)” 

“Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada dibagian dalam telur  dan terlindungi dari bagian luarnya, atau biasa disebut putih telur.”

“Ya Rasul, jelaskan padaku firman Allah, ‘penuh cinta dan sebaya umurnya.(QS-Al-Waqi’ah:37). 
“Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia dalam usia lanjut dan dalam keadaan rambut dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka  sudah tahu, lalu Allah menjadikan mereka sebagai gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya,” jawab Nabi.

“Ya Rasul, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukan bidadari bermata jeli?” Ummu Salamah belum berhenti bertanya.

Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang tampak dari apa yang tak terlihat.”

“Mereka wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?’ “Karena shalat mereka, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan  cahaya diwajah merek. Tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya  berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisinya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abaddi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.“jawab Nabi mengakhirinya. (HR.Ath-Thabrani)

Dari dialog diatas kita dapat mengambil hikmah, bahwa sesungguhnya bidadari bermata jeli pun sangat cemburu kepada wanita saleha. Rasulullah pun meyakini para wanita dunia bahwa wanita dunia yang solehahlebih utama dari para bidadari surga.

Wanita itu adalah wanita dunia, wanita yang sederhana. Wanita yang tidak biasa, wanita yang selalu berusaha mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Yang menghidupkan malam-malamnya dengan tahajud, wanita yang menjaga kehormatannya dan senantiasa menjaga puasa sunnah, wanita yang berusaha menjaga lisannya dengan dzikir, saat ayat Al-Quran dibacakan maka bergetarlah hatinya, mungkin wanita tersebut bukanlah wanita yang terkenal dunia namun dirinya sangat terkenal oleh penduduk langit. Lihatlah betapa cemburunya bidadari syurga terhadap wanita saleha.

Semoga para wanita yang hati tertutup akan kebaikan, dibukakan pintu hidayah oleh Allah. Yang masih berniat berhijrah, semoga Allah segerakan. Yuk kita mulai dari sekarang kita perbaiki kualitas ibadah kita, dengan terus memperbaiki diri. Semoga kita di istiqomahkan dalam kebaikan dan jalan yang lurus.

 

 

LEAVE A REPLY