SHARE

Setiap takdir hidup yang akan kita jumpai kedepannya akan selalu berubah dan kita akan terpana, rencana yang kita impikan kadang berubah 180 derajat dari rencana Allah. Ini terjadi pada saya, tidak sempat terpikir saya akan bekerja di luar negri lebih tepatnya bekerja di negri Arab Saudi. Negara yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia.

Saya sudah memikirkan selama 3 bulan untuk akhirnya mantap bekerja di negara ini. Ada banyak hal yang tidak bisa saya sampaikan karna memang bersifat pribadi, tapi ada salah satu alasan yang paling kuat adalah saya ingin melaksanakan Ibadah umroh dengan mudah. Pada waktu itu saya berfikir kalau saya bekerja di Indonesia butuh tahunan saya menabung dan harus cuti kerja jadinya bakal ribet. Dan Alhamdulillah sekarang udah terlaksana umrohnya, nanti saya akan post ceritanya. Baca tulisan yang ini dulu biar makin jelas.

Saya akan menceritakan dimana saya tinggal dan apa yang saya lakukan di Saudi Arabia. Saya tinggal di kota Abha,  saya rasa banyak dari kalian tidak tahu dengan kota ini karna memang tidak terlalu popular untuk masyarakat Indonesia. Banyak dari kita hanya tahu kota Mekkah, Madinah, Riyadh atau Jeddah. Saat saya pertama kali datang ke Saudi Arabia, saya langsung di tempatkan di Kota Abha, dan sempat bertanya-tanya dimana itu, bagaimana kotanya. Yang saya bayangkan adalah kota padang pasir yang berudara panas.

Sumber google.com

Nah disini saya akan jelaskan Kota Abha terletak pada ketinggian 2.270 meter di atas permukaan laut. Abha berada di sebelah selatan kota Riyadh dan kurang lebih berjarak sekitar lebih 1 ribu kilo meter dari kota Riyadh. Abha merupakan permerintah regional dan beribukota provinsi Asir, kota Abha merupakan kota yang cukup indah diagnurahi dengan pemandangan gunung-gunung serta iklim yang sejuk, tanahnya juga subur. Abha juga merupakan tempat tujuan wisata bagi penduduk Saudi Arabia, kalau di Indonesia itu seperti Bogor Jawa Barat. Jalannya bertebing karna memang diapit dengan pegunungan batu, lembah dan datarannya sangat subur.

Sumber google.com

Jika musim dingin suhu disini bisa mencapai 6 derajat ditambah anginnya cukup kencang, pokoknya kalau musim dingin harus pakai selimut tebal dua rangkap plus kaos kaki dan jacket. Sempet kaget juga, waktu pertama datang kesini yang waktu itu bulan Oktober jadi lagi masuk musim dingin. Iklim Saudi Arabia lebih tepatnya di kota abha di bagi menjadi dua iklim pertama musim panas , pengalaman saya musim panas dimulai dari awal Maret sampai dengan September Akhir serta musim dingin masuk pada bulan Oktober Hingga Februari. Puncak musim dingin terjadi  pada bulan Desember dan Januari, asli ini dingin banget kalau gak tersedia air panas bisa jadi 4 hari gak keramas ini berdasar dari pengalaman saya hehehe. Penjelasan saya tinggal udah cukup jelas agaknya sekarang berlanjut apa sih yang saya lakukan di negara ini.

Saya adalah seorang bidan yang bekerja sebagai perawat, saya bekerja di salah satu accompany besar bekerja sama dengan ministry of social yang berfokus pada caring untuk Disability dan panti jompo gitu, nah untuk pekerjaanya sama seperti rumah sakit Indonesia gak jauh-jauh siapin obat, kasih obat pasien, memasangan poli cateter, memasang NGT, mengambil darah, membawa pasien Appointment ke rumah sakit pemerintah Saudi. Cuman bedanya bahasa yang kita pakai adalah bahasa arab dan inggris dan di haruskan kamu mempunyai skill bahasa inggris yang lumayan karna untuk berbicara pada staff kesehatan adalah bahasa inggris. Kalau bahasa inggris kamu yang pas-pasan bakal sedikit menghambat, karna untuk yang bahasa inggrisnya lumayan saja agak kewalahan sendiri. Kebayang gak Inggris dengan aksen arab Mesir, atau aksen arab saudi itu sendiri, ditambah aksen arab sudani atau india. Siap-siap pasang kuping lebar-lebar guys. Untuk awal-awal saya selalu bilang excuse me, can you please repeat. Sampe-sampe perawat atau dokternya bilang baru yah, mereka udah menduga ternyata. Langsung saya balas dengan senyuman. Intinya adaptasi untuk awal-awal itu agak susah, ditambah kita juga harus menghapal nama pasien, diagnosa, obat yang diberikan, diet atau non diet. Ini tantangan karna memang pasiennya menetap ditempat kerja kita selamanya sampai ajal menjemputnya, Inalillah dan sudah tertulis dalam catatan pemerintah Saudi Arabia.

Foto dengan seragam khas perawat Saudi

Kerja di negara orang itu pasti ada seneng dan susahnya, tapi namanya juga anak rantau pantang kalau ngeluh susah biar jadi penguat dan pengalaman, yang orang tahu pokoknya senengnya aja biar orang tua juga gak khawatir. Yang pasti tetap bersyukur karna setiap perjalanan hidup kita selalu ada perjuangan rintangan, biar jadi hamba yang kuat katanya.

bagian terakhir saya akan post Foto-foto saya selama bekerja disini.

Waktu Appointment bagian Cardio

 

Perawat Saudi tampilannya kayak gini

 

Bareng temen seperjuangan
Shift pagi sama anak saudi

Untuk cerita selanjutnya visit aja blog aku ya, semoga bermanfaat. Semoga sukses guys

 

LEAVE A REPLY