SHARE
Madrasah Pertama
Al-ummu madrosatul uula…

“Ibu adalah sekolah atau pendidik pertama bagi anaknya. Ibu bagaikan sebuah sekolah apabila engkau menyiapkannya.. Engkau telah menyiapkan bangsa yang berkepribadian.”

Siapa yang tidak mendambakan sesosok ibu, bahkan dirimu muslimah yang beruntung mempunyai seorang ibu bersyukurlah. Karna masih banyak anak diluar sana yang mendambakan ibu di dalam rumahnya.

Ibu adalah sesosok manusia biasa dengan segala kekurangannya, setiap ibu adalah guru terbaik. Setidaknya guru terbaik bagi anaknya,bagaimana tidak. Waktu kita kecil dulu bahkan sampai sekarang, dari kita bangun tidur sampai tertidur kembali. Ibu adalah sesosok pengingat kebaikan tanpa henti, bahkan kita sering mengomel jika ibu mengingatkan kita. Itulah egoisnya kita, ibu adalah sesorang yang senantiasa mengajari kita 24 jam nonstop. Pengajaran yang dimaksud disini bukan hanya belajar membaca,menghitung. Tetapi lebih dari itu, karna kehidupan ini tidak melulu soal itu.

Saat kecil seorang anak diajarkan siapa Rabbnya, mengenal nabinya, mengenal agamanya, memberitahukan mana yang hak dan batil, mengenal kehidupan, bagaimana beraqidah yang baik, cara bertutur sapa, mengenalkan rasa cinta dan kasih kepada siapapun. Yang diajarkan bukan hanya teori melainkan praktek langsung dan dievaluasi langsung oleh ibu kita.

“A mother is the first and the best role model for her children. And home is the best place to learn the lessons of life.”

Wanita pada hakikatnya akan menjadi seorang ibu, pilihannya apakah kita akan menjadi ibu yang biasa-biasa saja atau kita memilih menjadi ibu yang dibutuhkan oleh sang anak. Menjadi sahabat, menjadi penasehat, menjadi idola, atau menjadi tempat berlindung dari segala kegaluan yang anak hadapi. Tanyakan pada diri kita sendiri, sudah siapkah kita?

Kita tentu menginginkan anak yang berbakti dan membanggakan, tapi apakah kita sudah mempersiapkan itu untuk menjadi seorang ibu. Kalau bukan sekarang kapan lagi kita akan mempersiapkannya, bukankah negara ini membutuhkan anak-anak yang cerdas dan amanah.

“Perempuan itu tiangnya Negara. Apabila baik, maka baiklah negaranya. Dan apabila ia rusak, maka rusaklah negara. (Al- Mar’ah ‘Imad Al- Bilad)

LEAVE A REPLY