SHARE
Orang Tua Sebagai Model Peran   Seorang bayi mengalami hubungan pertamanya dengan ibunya atau pengganti ibunya, dan pola ini memberikan landasan bagi hubungan-hubungan dimasa depan. Tetapi anak-anak juga menyerap pola-pola hubungan yang ada antara anggota-anggota keluarganya yang lain. Mekanisme yang digunakan untuk menjalin komunikasi diantara anggota-anggota lainnya dalam suatu keluarga, saling menghormati satu sama lain dan melakukan kehidupan bersama bisa menimbulkan pengaruh yang mendalam terhadap seorang anak.

Orang tua yang memiliki jenis kelamin sama dengan si anak – ayah si anak laki-laki atau ibu si anak perempuan – memberikan pengaruh yang signifikan dalam menentukan pola-pola hubungan masa depan si anak. Kemudian, pada remaja, orang tua yang berlainan jenis kelamin dengan si anak mengambil peran yang lebih signifikan saat anak laki-laki atau perempuan mulai menyadari akan seksualitasnya sendiri.

Jika hubungan antara kedua orang tua sehat, dengan komunikasi yang baik, menghormati, memperhatikan, keseimbangan tanggung jawab yang hampir sama, anak-anak mereka lebih mungkin untuk mengembangkan suatu hubungan dewasa yang sehat dibandingkan dengan anak-anak  yang kedua hubungan orang tuanya tidak baik, khususnya dalam kasus-kasus pelanggaran fisik dan emosional atau pembagian tanggung jawab yang sangat tidak seimbang.

Seorang ibu  yang sangat dikecewakan atau ditinggalkan oleh suaminya, bisa menjadikan anak laki-lakinya yang masih kecil sebagai pasangan pengganti – orang laki- laki kecil yang masa kanak-kanaknya habis terampas sejak dini. Seorang ayah yang secara emosional tidak bahagia dengan istrinya,  bisa menurunkan kasih sayangnya kepada anak perempuannya, ‘anak papa’ yang tidak keberdosaanya juga terhampas.

Sebaliknya, hadirnya seorang ibu dan ayah yang membrikan pengasuhan secara terus-menerus memberikan lingkungan terbaik dalam membesarkan seorang anak. Bila terjadi perceraian atau kematian, yang menyebabkan terjadinya keluarga dengan orang tua tunggal, berpengaruh terhadap hubungan masa dewasa jangka panjang bagi si anak. Yang akhirnya dapat berakibat bermacam-macam mulai hubungan yang menimal hingga destruktif tergantung pada berbagai faktor, misalnya seberapa lama kehadiran orangtua yang sekarang sudah tiada, usia anak ketika kehilangan itu terjadi dan bagaimana kehilangan itu diatasi oleh orang tua yang masih hidup.

Kedua orang tua yang memiliki rencana bercerai dapat memperkecil kerusakan terhadap diri si anak jika mereka bekerja sama sehingga kepentingan sianak menjadi sebuah prioritas utama. Yang Perlu Kamu Tahu hubungan masa kanak-kanak. Keterkaitan antara pengalaman-pengalaman seorang anak dengan orang tua yang berlainan jenis kelamin sangat penting  dalam mengajarkan si anak tentang perbedaan gender. Hubungan-hubungan interaktif yang bahagia sering menciptkan anak-anak stabil yang memilik kepercayaan diri yang kokoh dalam melaksanakan peran-perannya.

“Dikutip dari buku sex and love guide to teenagers”

 

LEAVE A REPLY