SHARE

cymera_20160116_072205

Sebuah pernikahan adalah sarana ibadah yang mengandung sebuah pahala-pahala besar bagi setiap manusia yang mengambil hikmah dan pelajaran didalamnya.Sebagai seorang wanita tentunya saat hendak menikah, kita sudah melakukan rencana-rencana yang bertujuan untuk kelangsungan sebuah pernikahan. Misal saat sudah menikah nanti kita harus memikirkan ingin menjadi wanita karir atau menjadi Ibu rumah tangga, atau bahkan mengambil dua pekerjaan sekaligus. Jika sudah memutuskan dari salah satunya, maka kita harus mengambil resiko apapun yang sudah kita pilih.

Melihat fenomena yang terjadi dimasyarakat sangat disayangkan jika pekerjaan mulia ibu rumah tangga menjadi salah satu bumerang yang menjadikan kita tauladan yang kurang baik terhadap anak-anak kita. Sangat miris memang, jika tidak di miliki pendidikan dan pengetahuan yang cukup memadai menjadikan profesi ibu rumah tangga di anggap kurang trend saat ini.
Fenomena yang terjadi adalah, saat pekerjan mulia ibu rumah tangga disalah artikan.

Menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan mulia yang harus di isi dengan kebaikan-kebaikan didalamnya, tentu ini harus dipersiapkan saat kita muda dan saat sudah bersedia menikah kita tidak dipusingkan lagi dengan kedaan yang menuntut kita menjadi istri yang produktif.

Saat penulis bertanya kepada para ibu yang hanya dirumah,” bagaimana perasaan ibu menjadi ibu rumahtangga”. Kebanyakan dari mereka menjawab dengan serentetan keluh kesah, yang seharian tidak akan cukup untuk kita dengarkan curhatannya. Tentu ini yang salah, bukankah saat anda para wanita muslimah memilih menjadi ibu rumah tangga merupakan pilihan yang tidak dipaksakan.

Banyak dari wanita tidak ikhlas menjadi ibu rumah tangga, atau banyak ibu rumah tangga yang begitu asyik menggosip dengan tetangga saat ditinggal suaminya bekerja. Ada pula ibu rumah tangga yang begitu hapal tentang acara gosip di Televisi, hingga melupakan kewajibannya mengurus rumah, mendidik anak-anak yang baik. Yang dilakukan hanya menghabiskan waktu dengan mengomel akan perkerjaan rumah yang sedemikian menumpuk. Nah untuk yang seperti ini, jangan ditiru ya ukhti shaliha.

Menjadi ibu rumah tangga itu harus ikhlas, harus berwawasan luas, juga memiliki kesabaran yang ekstra. Ini yang namanya berhasil menjadi Ibu rumah tangga. Intinya wanita karir atau ibu rumah tangga merupakan pilihan yang sama-sama baik untuk dipilih.

Asalkan kita menjalankannya sesuai dengan ketentuan yang sesuai dengan norma-norma islam. Untuk itu kamu bisa tentukan pilihanmu sekarang, islam sudah mengatur untuk persoalan ini. Jangan sempitkan pikiranmu dengan segelibet persoalan yang tidak jelas.

SHARE
Previous articleWoman, Let’s Be Productive
Next articleAkhwat Penuh Debu
Hai, I am Daisha Aulia. Muslim Fashion, Future Writer, Midwifery (care mom and baby). Lives Bsd City, Indonesia. Follow amazing word my IG: @muslimah_planner

LEAVE A REPLY