SHARE

 

Pada era modern ini kita sering membayangkan wanita yang hebat adalah wanita cantik dari lulusan S2 diluar negri,diterima di perusahan bonafit  dengan gaji jutaan rupiah,serta pulang pergi keluar negeri dalam acara perusahaan hebat.

Kebanyakan orang akan beranggapan demikian. Sesuatu dikatakan sukses lebih dinilai dari segi materi sehingga jika ada sesuatu yang tidak memberi nilai materi akan dianggap remeh. Cara pandang yang demikian membuat banyak dari wanita muslimah bergeser dari fitrohnya. Berpandangan bahwa sekarang sudah saatnya wanita tidak hanya tinggal di rumah menjadi ibu, tapi sekarang saatnya wanita ‘menunjukkan eksistensi diri’ di luar. Menggambarkan seolah-olah tinggal di rumah menjadi seorang ibu adalah hal yang rendah.

Bagi saya tidak ada yang salah jika para wanita muslimah ingin berkarir atau menjadi seorang ibu rumah tangga. Dalam pandangan saya saat para wanita memutuskan menikah akan lebih baik jika memikirkan status sosialnya dalam peran menjadi istri, masalah ini tentu melibatkan para suami dalam menentukan status sosial anda yang ini berkarir tau dirumah saja.

“Wanita Karir”

Saat para wanita memilih berkarir tentu wanita tersebut dikatakan hebat,karna wanita tipe seperti ini mempunyai dua tanggung jawab yang besar yaitu membantu perekonomian keluarga serta bertanggung jawab dalam mendidik anak dan melayani suami. Untuk para muslimah yang berkarir, tentu muslimah yang baik tidak akan melupakan kodratnya menjadi seorang ibu yang mencetak generasi penerus bangsa.

Para wanita muslimah dapat memilih pekerjaan yang tidak menguras waktu seperti membuka usaha rumah ataupun onlain shop yang bisa dikerjakan dirumah. Karna pada era modern ini banyak para wanita berangkat kerja saat anak belum bangun tidur dan pulang saat anak sudah tidur. Nah, tentu ini merupakan perspektif yang keliru. Bagi anda para wanita muslimah yang sedang masa seperti ini, pikirkan kembali tujuan pernikahan dan tanggung jawab seorang ibu. Akan sangat disayangkan para ibu tidak dapat melihat perkembangan anaknya yang sedang lucu-lucunya.

Ibnu Qoyyim  menjelaskan bahwa barang siapa yang mengabaikan pendidikan anaknya dalam hal-hal yang bermanfaat baginya, lalu ia membiarkan begitu saja, berarti telah melakukan kesalahan besar. Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua yang acuh tak acuh terhadap anak mereka, tidak mau mengajarkan kewajiban dan sunnah agama. Mereka menyia-nyiakan anak ketika masih kecil sehingga mereka tidak bisa mengambil keuntungan dari anak mereka ketika dewasa, sang anak pun tidak bisa menjadi anak yang bermanfaat bagi ayahnya.

Bagaimana para muslimah tentu kalian tidak menginginkan jika memiliki anak yang kurang terdidik bukan, sedangkan Allah menjanjikan syurga bagi orangtua yang memiliki anak yang soleh dan soleha.

“Ibu rumah tangga”

Saat kita bertanya kepada para ibu yang hanya dirumah,” bagaimana perasaan ibu menjadi ibu rumahtangga”. Kebanyakan dari mereka menjawab dengan serentetan keluh kesah, yang seharian tidak akan cukup untuk kita dengarkan curhatannya. Tentu ini yang salah,bukankah saat anda para wanita muslimah memilih menjadi ibu rumah tangga merupakan pilihan yang tidak dipaksakan.

Banyak dari wanita tidak ikhlas menjadi ibu rumah tangga,atau banyak ibu rumah tangga yang begitu asyik menggosip dengan tetangga saat ditinggal suaminya bekerja. Ada pula ibu rumah tangga yang begitu hapal tentang acara gosip di Televisi, hingga melupakan kewajibannya mengurus rumah, mendidik anak-anak yang baik. Yang dilakukan hanya menghabiskan waktu dengan mengomel akan perkerjaan rumah yang sedemikian menumpuk. Nah untuk yang seperti ini,  jangan ditiru ya ukhti shaliha.

Menjadi ibu rumah tangga itu harus ikhlas, harus berwawasan luas,juga memiliki kesabaran yang ekstra. Ini yang namanya berhasil menjadi Ibu rumah tangga. Intinya wanita karir atau ibu rumah tangga merupakan pilihan yang sama-sama baik untuk dipilih. Asalkan kita menjalankannya sesuai dengan ketentuan yang sesuai dengan norma-norma islam. Untuk itu kamu bisa tentukan pilihanmu sekarang, jangan bingung lagi ya saliha. Islam sudah mengatur untuk persoalan ini. Jangan sempitkan pikiranmu dengan segelibet persoalan yang tidak jelas.

Semoga bermanfaat…..
Wassalammu’alaikum Warahmatuallahi Wabarakatuh

 

SHARE
Previous articleSang malam
Next articleOrang tua Sebagai Model Peran
Hai, I am Daisha Aulia. Muslim Fashion, Future Writer, Midwifery (care mom and baby). Lives Bsd City, Indonesia. Follow amazing word my IG: @muslimah_planner

LEAVE A REPLY