SHARE
Woman Lets Be Productive

Rasulullah saw telah menayatakan bahwa setelah penaklukan mekah (futul al-Makkah) tidak ada lagi hijrah. Lalu, bagaimana cara kita agar memperoleh pahala dan kedudukan hijrah sebenarnya?

Saat ini hijrah bukan lagi diartikan perpindahan tempat namun lebih esnsial yaitu perpindahan karakter dari sifat-sifat yang buruk menuju sifat-sifat yang baik. Hijrah bisa dimaknai dari beberapa hal, yaitu:

Hijrah dari kemalasan menuju kerja keras

Hijrah dari kebodohan menuju kecerdasan

Hijrah dari berleha-leha menjadi produktif

Hijrah dari keterbatasan menuju keleluasaan

Hijrah adalah perubahan, perubahan menuju yang lebih baik dalam hal apapun yang semta-mata mencari ridho Allah demi kenaikan dan kemaslahatan umat. HijraHeart juga mengambil kata dari makna hijrah, dimana jika digabungnya memiliki makna yang berarti berubah menjadi lebih baik. Entah seberapa besar atau kecil perubahan yang dilakukan biarkan hati yang meneruskan akan sampai dimana hijrah itu dipertahankan.

Pada tanggal 28 ferbruari 2016 kemarin, saya beserta teman-teman Moeslema.com berkesempatan menghadiri  “Soft Launching HijraHeart Community” yang dilaksanakan di Cafe Orange, Citywalk Citra Grand Cibubur, Bekasi. Pada kesempatan tersebut salah satu tim dari HijraHeart Amaliah Begum menjelaskan visi dari HijraHeart adalah sebagai wadah para Muslimah di Indonesia untuk berkontribusi menuangkan pikirannya, dari berbagai elemen dan keberagaman mindset. Serta saling bersenergi menjalankan pemberdayaan perempuan yang berlandasan sosiobisnis.

komunitas HijraHeart berkerjasama dengan berbagai produk  fashion  antara lain EASTmayya, KNW by Kurnia Sari, MargaW, dan Mecshijab. Produk yang dijual diantaranya pakaian, hijab, dan beragam jenis tas, termasuk tas berbahan perca karya teman-teman penyandang disabilitas.

Sesuai visi yang dijalankan oleh Hijraheart maka Sepuluh persen (10%) dari hasil penjualan butik akan dialokasikan untuk program-program amal, sesuai prinsip sosiobisnis yang memang menjadi landasan komunitas ini. Seperti santunan untuk anak yatim, ataupun kegiatan-kegiatan yang berlandasan sosial lainnya. Hal ini tentu menjadi salah satu daya tarik saya, sekaligus berharap akan banyaknya  para muslimah yang bergabung untuk mensukseskan program sosiobisnis yang berguna bagi kepentingan umat.

Setelah pemaparan dari Amaliah Begum selesai, maka sesi selanjutkan dibawakan oleh seorang ibu muda dengan pemaparan mengenai peran perempuan dalam keluarga menurut Islam oleh Ibu Radhiya Bustan, seorang Kepala Program Studi Psikologi Univesritas Al-Azhar Indonesia.

“Perempuan itu tiangnya Negara. Apabila baik, maka baiklah negaranya. Dan apabila ia rusak, maka rusaklah negara.” ( Al- Mar’ah ‘Imad Al- Bilad)

Sebagai seorang istri sekaligus seorang ibu, wanita adalah sahabat bagi suaminya sekaligus pendidik terbaik dan pelindung bagi anak-anaknya.
Kita tentu menginginkan anak yang berbakti dan membanggakan, tapi apakah kita sudah mempersiapkan itu untuk menjadi seorang ibu. Kalau bukan sekarang kapan lagi kita akan mempersiapkannya, bukankah negara ini membutuhkan anak-anak yang cerdas dan amanah.

“A mother is the first and the best role model for her children. And home is the best place to learn the lessons of life.”

Wanita pada hakikatnya akan menjadi seorang ibu, pilihannya apakah kita akan menjadi ibu yang biasa-biasa saja atau kita memilih menjadi ibu yang dibutuhkan oleh sang anak. Menjadi sahabat, menjadi penasehat, menjadi idola, atau menjadi tempat berlindung dari segala kegaluan yang anak hadapi. Tanyakan pada diri kita sendiri, sudah siapkah kita?
Pada diskusi tersebut Ibu Radhiya Bustan juga menjelaskan setiap wanita berhak memilih menjadi ibu rumah tangga maupun wanita karir. Pilihan ini tentu akan lebih baik dikomunikasikan kepada suami. Jika kita memilih menjadi ibu rumah tangga dan berkarir, tentu seorang wanita tersebut akan menjalani tugasnya menjadi lebih berat. Karna disamping mengurus keluarga wanita juga bersedia mencari rezeki diluar. Sesuai kodratnya wanita tidak boleh melupakan tugas dan kewajiban seorang ibu maupun istri, yaitu sebagai manajemen keuangan, manajemen pendidikan dan manajemen kesehatan untuk anak dan suami. Anak dan suami tidak boleh terlantar lantaran kita menjadi wanita karir.

Pilihannya tentu ada pada diri wanita, memilih untuk menjadi wanita karir sekaligus ibu rumah tangga atau menjadi ibu rumah tangga yang produktif. Tidak ada yang salah, selagi seorang wanita bisa menjalankannya dengan sungguh-sungguh. Pemaparan yang dijelaskan oleh Ibu Radhiya Bustan cukup memberikan wawasan bagi para muslimah yang hadir pada acara Soft Launching HijraHeart Community.

Woman Lets Be Productive
Bersama Tim Moeslema.com dan Founder HijraHeart

 

Sesi yang terakhir adalah tanya jawab dan foto bersama sebagai salahsatu moment yang bisa diabadikan, karna ini adalah soft launching. Sekaligus para muslimah diajak untuk melihat butik HijraHeart, yang lokasi persis berada di samping cafe orange. Komunitas HijraHeart membuka kesempatan untuk seluruh muslimah untuk  bergabung  dalam berbagai kegiatan.  Komunitas HijraHeart juga akan melakukan serangkaian acara gathering dan charity setiap akhir bulannya mulai Maret ini hingga menuju grand launching yang In shaa Allah akan diadakan pada Ramadhan atau Juni 2016.

Bagaimana caranya untuk join? Cukup mudah, para muslimah wajib mendaftarkan diri, setelah itu kamu bisa menikmati diskon 10% untuk setiap pembelian melalui butik HijraHeart tanpa syarat, baik online maupun offline, serta berkesempatan untuk mendapat informasi untuk mengikuti berbagai acara yang diadakan oleh komunitas ini. Untuk informasi lebih lanjut, kalian bisa mengunjungi lewat social media HijraHeart di Instagram: https://www.instagram.com/hijraheart/ , serta follow keempat fashion brands yang sudah tergabung, yaitu @eastmayyaid @knwkurniasari @margaw dan @mecshijab.
Yes, We are Hidaya Hunters!

 


2 COMMENTS

LEAVE A REPLY